Plt Menteri Pertahanan AS Mundur

Trump mengatakan Shanahan ingin mencurahkan waktu lebih banyak bagi keluarganya.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Plt Menteri Pertahanan Patrick Shanahan mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran ini mengguncang Pentagon di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan pilihannya untuk menggantikan Shanahan. Trump menunjuk Sekretaris Angkatan Darat Mark Esper sebagai pengganti Shanahan.

Dalam Twitter-nya, Presiden Trump mengatakan, Shanahan mengundurkan diri dengan pertimbangan dia ingin mencurahkan waktu lebih banyak bagi keluarganya. Trump mengatakan kepada wartawan Shanahan mengajukan pengunduran dirinya pada Selasa pagi (18/6).

“Saya tidak memintanya mundur, tapi dia yang mengajukan pengunduran diri pagi ini. Dia mengatakan ini akan menjadi waktu yang sulit baginya,” ujar Trump, dilansir BBC, Rabu (19/6).

Pengunduran diri Shanahan disebabkan oleh permasalahan dalam rumah tangganya. USA Today melaporkan, FBI sedang menyelidiki sebuah insiden yang terjadi pada 2010 di mana Shanahan dan mantan istrinya saling tuding melakukan kekerasan rumah tangga.

Beberapa menit setelah Trump mengumumkan pengunduran diri Shanahan, Washington Post menerbitkan sebuah wawancara dengan Shanahan yang membahas sebuah insiden di rumah tangganya pada 2011. Ketika itu, anak laki-laki Shanahan yang berusia 17 tahun dilaporkan memukuli ibunya dengan tongkat baseball hingga tulangnya patah.

Shanahan mengatakan kepada Washington Post dia menyesali memo hukum yang dia tulis tak lama setelah dugaan serangan terhadap mantan istrinya. Dalam memo itu dia menulis penggunaan tongkat baseball digunakan untuk membela diri. Sebab, sebelum insiden pemukulan itu terjadi, mantan istrinya memarahi anak laki-laki Shanahan selama hampir tiga jam.

Dalam sebuah pernyataan saat mengumumkan pengunduran dirinya, Shanahan menyayangkan kondisi keluarganya dalam keadaan yang tidak baik. Dia mengatakan, masalah dalam rumah tangganya sudah terjadi sejak lama dan dia tidak ingin ketiga anaknya mengalami trauma.

“Saya tidak ingin ketiga anak saya kembali traumatis dalam kehidupan keluarga kami, dan kami tidak ingin membuka kembali luka yang telah kami sembuhkan selama bertahun-tahun,” ujar Shanahan.

Dia menambahkan memiliki kesempatan menjadi menteri pertahanan, namun ia tidak ingin mengorbankan perannya sebagai ayah yang baik bagi keluarga. Sebelum bergabung dalam jajaran kabinet Presiden Trump, Shanahan pernah bekerja sebagai pejabat eksekutif di Boeing.

Boeing memegang banyak kontrak dengan Departemen Pertahanan AS. Shanahan menjabat sebagai plt menteri pertahanan selama enam bulan menggantikan James Mattis.

Source link
(Andrew Hidayat/Satelit.co.id)
Penulis: Andrew Hidayat 
Instagram Andrew Hidayat
Pinterest Andrew Hidayat
Twitter Andrew Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: