Pemerintah Rencanakan Tutup Pulau Komodo untuk Publik Selama Setahun

Pulau Komodo merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo, daerah pelestarian di antara pulau Sumbawa dan Flores, dan tahun lalu, telah menarik lebih dari 176 ribu turis. Komodo merupakan atraksi utama di taman ini, karena kawasan ini merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana spesies kadal ini ditemukan di alam bebas.

Penguasa setempat mengatakan, menutup pulau ini untuk wisata akan menghindari gangguan, mengurangi risiko perburuan, serta memungkinkan populasi mangsa utama Komodo seperti rusa, kerbau, dan babi hutan, pulih kembali.

Tetapi rencana ini juga melibatkan pemindahan sekitar 2.000 penduduk yang sudah tinggal di pulau ini selama beberapa generasi, dan membuka kembali pulau ini satu tahun kemudian sebagai tujuan wisata kelas satu.

Penduduk sudah kehilangan tanah ketika taman nasional ini pertama kali diresmikan pada 1980. Mereka bergantung pada turisme untuk pendapatan. Penduduk kini melihat mata pencaharian mereka terancam dan juga apa yang mereka anggap sebagai warisan.

Dahlia, penduduk desa Komodo mengatakan, “Kami sudah tinggal di sini selama bertahun-tahun di desa Komodo ini. Jadi, kalau kami diperintahkan untuk pindah, kami tidak mau. Selain itu, kuburan pendahulu dan ayah saya ada di sini. Kalau kami pindah, apa yang terjadi dengan kuburan mereka?.”

Para penduduk yang tinggal di Pulau Komodo mengamati seekor komodo yang sedang berjemur.

Para penduduk yang tinggal di Pulau Komodo mengamati seekor komodo yang sedang berjemur.

Rincian rencana relokasi ini masih belum diketahui, tetapi rencana penutupan ini telah menciptakan ketakutan dan memicu protes.

Umbu Wulang Ta Paranggi adalah aktivis lingkungan. Ia mengatakan, “Kami berharap pemerintah menanggapi pelestarian secara lebih manusiawi guna meningkatkan populasi hewan Komodo dan menghidupkan kembali eko-sistem pulau Komodo, tidak dengan penutupan pulau Komodo, atau memutuskan hubungan antara masyarakat dan hewan Komodo.”

Pemerintah merencanakan menutup pulau ini pada Januari. Ketika dibuka kembali, rencananya akan dijadikan resor yang eksklusif. Laporan baru mengatakan, turis akan membayar lebih dari Rp 7 juta per orang, dibandingkan pungutan sekitar Rp 140 ribu saat ini untuk masuk ke taman nasional itu.

Aktivis setempat ingin memastikan penduduk setempat juga akan memperoleh bagian dari pendapatan baru ini. (jm/ka)

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: