BNPT Sebut Kejadian di Polsek Wonokromo Terorisme Individu

Liputan6.com, Jakarta – Mabes Polri telah memberikan kenaikan pangkat kepada anggota yang menjadi korban penyerangan oleh seseorang berinisial IM (30) di Polsek Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8) lalu. Di mana penyerangan ini saat anggota tengah berjaga.

Staf Khusus Kedeputian I bidang Deradikalisasi dan Pencegahan, Badan Nasinoal Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suaib Tahir mengatakan, penyerangan yang dilakukan IM adalah penyerangan tunggal alias ‘lone wolf‘.

“Dia belajar sendiri, senang mempelajari sendiri, akhirnya terpapar dan melakukan tindakan terorisme secara individu,” katanya dalam diskusi dan peluncuran buku ‘Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan’, di Hotel Atlet, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, tipe ini bukanlah lawan yang sulit ditaklukan. Pasalnya, lone wolf turun ke jalan hanya untuk ajang uji coba.

“Ini biasanya sebenarnya tingkat kekuatannya sangat sederhana. Akhirnya saat melakukan semacam uji coba, kita perhatikan di jalan ya kaya ragu-ragu kan,” katanya.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/8) sekitar pukul 17.00 WIB, seorang pria tak dikenal menyerang anggota Polsek Wonokromo dengan berpura-pura melapor ke bagian SPKT.

Pelaku tiba-tiba menyerang menggunakan celurit hingga mengakibatkan seorang anggota polisi terluka dan harus mendapat perawatan di rumah sakit serta seorang polisi lainnya menderita luka lebam.

 

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: