Balas Tarif Biodiesel, Mendag RI Usul Tarif atas Impor Susu Eropa

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Jumat (9/8), dia sudah meminta para importir produk susu untuk mencari sumber pasokan lainnya selain negara-negara anggota Uni Eropa, Reuters melaporkan.

Indonesia, negara dengan perekonomian terbesar di Indonesia, sedang mempertimbangkan mengenakan bea masuk atas produk-produk susu Eropa.

Enggartiasto mengatakan dia akan segera merekomendasikan kepada tim antar kementerian usulan pengenaan tarif terhadap produk susu asal Uni Eropa sebesar 20 persen – 25 persen.

Menurutnya, usulan tarif itu adalah response yang paling tepat terhadap rencana pemerintah Uni Eropa untuk menerapkan bea masuk anti-subsidi antara 8 persen – 18 persen terhadap produk biodiesel sawit asal Indonesia.

Bea masuk Uni Eropa menjadi tamparan baru bagi produsen biodiesel Indonesia setelah sebelumnya pada Maret, blok yang beranggotakan 28 negara itu mengatakan penggunaan kelapa sawit dalam bahan bakar energi terbarukan harus dihapuskan. Alasannya, perkebunan kelapa sawit menyumbang terhadap deforestasi.

Seorang petugas keamanan Vietnam mengarahkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam pertemuan menteri-menteri APEC di Hanoi, Vietnam, 21 Mei 2017. (Foto: Reuters)

Seorang petugas keamanan Vietnam mengarahkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam pertemuan menteri-menteri APEC di Hanoi, Vietnam, 21 Mei 2017. (Foto: Reuters)

Mendag Enggartiasto mengatakan dia sudah bertemu dengan rekan-rekannya di Uni Eropa untuk membahas isu kelapa sawit dan memperingatkan mereka agar bea masuk yang direncanakan Uni Eropa harus berdasarkan pada “parameter-parameter yang adil.”

“Bila parameternya tidak adil, hal itu satu langkah menuju proteksionisme dan perang dagang. Dan kami tidak akan tinggal diam dengan perlakuan tidak adil,” katanya di hadapan forum ekonomi di Jakarta.

Produsen biodiesel di Indonesia sudah mengatakan bahwa mereka tidak menerima subsidi dari pemerintah.

Perwakilan Uni Eropa di Indonesia tidak bisa segera dihubungi untuk menanggapi. Lucas Cibor, penjabat kepala misi Uni Eropa untuk ASEAN, Kamis (8/8), mengatakan Uni Eropa sudah menjelaskan kebijakan mereka mengenai biofuel berkelanjutan kepada Indonesia dan Malaysia.

Indonesia dan Malaysia, dua produsen kelapa sawit terbesar di dunia, sudah berkali-kali mengatakan langkah-langkah Uni Eropa terhadap industri minyak nabati diskriminatif.

Komisi Eropa masih menyelidiki tuduhan subsidi kelapa sawit. Namun, usulan tarif itu mungkin akan diterapkan pada 6 September.

Enggartiasto tidak menyebutkan waktu penerapan usulan bea masuk terhadap produk susu. Namun importir susu sudah diminta untuk membeli dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, katanya. [ft]

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: